• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pedagang Kranji Terancam Gulung Tikar!

img

Cepatkaya.biz.id Dengan nama Allah semoga kita diberi petunjuk. Di Situs Ini aku mau membahas informasi terbaru tentang Ekonomi, Perdagangan, Masalah Sosial, Kewirausahaan. Catatan Artikel Tentang Ekonomi, Perdagangan, Masalah Sosial, Kewirausahaan Pedagang Kranji Terancam Gulung Tikar Jangan berhenti di tengah lanjutkan membaca sampai habis.

    Table of Contents

Di tengah semakin berkembangnya toko online, kondisi pusat perbelanjaan di Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak pedagang yang terpaksa harus tetap membuka toko mereka meskipun pengunjung semakin berkurang. Salah satu pedagang, Edi, berbagi pengalamannya saat dijumpai oleh detikcom pada Kamis, 5 Juni 2025. Ia menegaskan bahwa jumlah pengunjung yang datang semakin menurun, membuat situasi semakin sulit bagi usahanya.

Edi, yang sebelumnya memiliki dua toko, kini harus rela menutup salah satu usahanya akibat sepinya pengunjung. Dengan nada putus asa, ia hanya mampu menatap layar handphone di depan tokonya, berharap ada pembeli yang datang. Dulu, area ini dikenal sangat ramai, dan Edi sering kali kewalahan melayani pelanggan yang datang. Kini, situasi tersebut tampak jauh dari kenyataan, sehingga kondisi ini bisa diibaratkan dengan peribahasa 'hidup segan, mati tak mau'.

Dengan penghasilan yang nyaris tidak ada akibat sepinya pembeli, Edi sering pulang dengan tangan hampa. Ia bahkan mengaku sudah tidak memiliki modal untuk menjalankan usahanya lebih lama. Saat ini rasanya tidak ada harapan. Pengunjung sudah tidak ada, dan kami terus mencari cara untuk bertahan, ungkapnya dengan nada sedih.

Edi juga mencatat bahwa penjualan online semakin mendominasi pasar, yang membuat toko fisiknya semakin terpinggirkan. Meskipun dia masih mempekerjakan dua hingga tiga pekerja harian, peruntungannya semakin menipis. Untungnya, toko yang ditempatinya merupakan milik pribadi, sehingga ia tidak perlu memikirkan biaya sewa yang semakin membebani.

Dengan situasi yang semakin sulit, Edi tengah mempertimbangkan nasib tokonya. Jika terus-terusan merugi, mungkin kami harus memilih untuk tutup saja, ujarnya. Sungguh disayangkan, karena banyak pedagang seperti Edi yang berjuang di tengah tantangan berat ini.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan pedagang kranji terancam gulung tikar dalam ekonomi, perdagangan, masalah sosial, kewirausahaan ini sampai akhir Terima kasih telah membaca hingga bagian akhir tetap percaya diri dan perhatikan nutrisi tubuh. Bantu sebarkan pesan ini dengan membagikannya. lihat artikel menarik lainnya di bawah ini.

© Copyright 2024 - Penghasil Uang Online
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads